Hewan Invertebrata

Diposkan oleh Budhii Yanto on Sabtu, 16 Februari 2013

Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang  belakang. Animalia yang termasuk dalam kelompok ini memiliki habitat yang sangat bervariasi, dari laut, sungai, darat, bahkan sampai pegunungan. Hewan ini kebanyakan memiliki umur yang relatif singkat. Jarang ada yang sampai berusia lebih dari satu tahun (Campbell 2003 : 23).


Berdasarkan jenis simetri tubuhnya, invertebrata dapat dibedakan menjadi kelompok hewan bersimetri radial dan kelompok hewan bersimetri bilateral. Kelompok hewan tertentu disebut hewan bersimetri radial karena tubuhnya dapat dipotong menjadi dua bagian yang simetris melalui lebih dari satu arah. Oleh karena itu, tubuh hewan yang bersimetri radial biasanya bebrentuk silindris atau membulat. Bagian tubuh setelah atas yang dekat dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian sebelah bawah disebut bagian suboral (Heny 2007 : 51).
  Jika seluruh hewan yang ada di alam kita kelompokkan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, maka sebagian besar akan termasuk kepada hewan yang tidak  bertulang (Invertebrata dan Avertebrata). Hewan intertebrata ada yang tersusun dari satu sel (uniseluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakkukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler/metazoa) sel-selnya mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek. Hewan yang termasuk pada invertebrata meliputi semua protozoa, yaitu hewan bersel satu dan sebagian metazoa yaitu hewan yang bersel banyak            (Storer 1957 : 52).
Adapun kelompok hewan yang lain disebut hewan bersimetris bilateral karena tubuhnya dapat dipotong menjadi dua bagian yang simetris hanya melalui satu arah. Oleh karena itu, tubuh hewan yang bersimetri bilateral biasanya dapat dipotong menghasilkan dua bagian yang simetris dari arah kepala (cepal) lalu ke arah eklor (caudal) atau dari arah atas (superior) ke arah bawah (interior)    (Campbell 2003 : 24).
Berdasarkan tingkat perkembangan lapisan tubuhnya, invertebrata dapat dibedakan menjadi diploblastik dan triploblastik. Hewan diploblastik memiliki dua lapisa tubuh, yaitu endodermis (dalam) dan ektodermis (luar), misalnya Porifera dan Coelenterata. Berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (selom), hewan triplobalstik dibedakan menjadi triploblastik aselomata, triplobalstik pseudoselomata, dan triplobalstik selomata (Dwidjoseputro 1990 : 14).
Hewan-hewan triploblastik aselomata memiliki tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis)  dan tidak memiliki rongga tubuh, misalnya Platyhelminthes. Hewan-hewan golongan triploblastik  Pseu doselomata memilikitiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis) yang memiliki ronga dalam saluran tubuh misalnya Nemathelminthes. Hewan-hewan triploblastik selomata memiliki tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis) serta memilii ronga tubuh yang terisi oleh cairan dan ada penggantung organ (disebut mesenteron), misalnya Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata (hewan bertulang belakang)                                          ( Soemarwoto 1998 : 45).
Hewan-hewan yang termasuk kelompok invertebrata, antara lain Porifera (hewan berpori), Coelenterata  (hewan berongga), Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes (cacing benang), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan bertubuh lunak), Artrhopoda (hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi) dan Echinodermata (hewan berkulit duri) (Campbell  2003 : 26).
lintasberita
Powered By LintasBerita

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar