Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Home » Posts filed under bola
Dubes Indonesia Temui FIFA Bahas Nurdin
Diposting oleh Budianto on Selasa, 08 Maret 2011
Duta Besar (Dubes) Indonesia di Swiss, Joko Susilo, akan bertemu FIFA di Zurich, Selasa (8/3/2011). Yang paling penting dibahas dalam pertemuan nanti adalah mengenai kasus Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.
"Insya Allah saya ke FIFA besok pagi (hari ini) waktu Swiss. Banyak hal yang kita bahas saat bertemu FIFA nanti. Soal Nurdin Halid memang akan menjadi topik utama," kata Joko, melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (7/3/2011).
Dalam pertemuan nanti, Joko menyatakan, pihaknya akan membahas soal surat FIFA kepada PSSI pada Juni 2007 silam. Dalam surat tersebut, FIFA melarang Nurdin untuk menjabat kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada tahun 2007. Saat itu, Nurdin diputus bersalah oleh pengadilan sehingga FIFA meminta PSSI melakukan pemilihan ulang ketua umum.
"Tentu saja kami tanya tidak ada follow up atas surat bulan Juni 2007 yang meminta Kongres PSSI diulang," kata Joko.
Lebih lanjut, Joko berharap, FIFA dapat konsisten dengan segala keputusan dan tegas dalam instruksinya selama menyikapi masalah PSSI.
Label:
bola
Spanduk Anti Nurdin Muncul di Anfield Liverpool
Diposting oleh Budianto on Senin, 07 Maret 2011
Pekik revolusi PSSI yang ramai disuarakan para suporter sepakbola seluruh Indonesia ternyata sampai juga di luar negeri. Beberapa mahasiswa Indonesia di Inggris membuat spanduk bertuliskan ”Nurdin Halid, You’ll Never Walk Again” dan membentangkannya di Stadion Anfield saat pertandingan Liga Europa antara Liverpool dan Sparta Praha berlangsung (24/2).
”Kalimat di spanduk tersebut memang sengaja kami pilih agar cocok dengan semangat Liverpool,” ujar Denny Hartanto, salah seorang inisiator spanduk merujuk pada kalimat yang mengacu pada semboyan The Reds, You’ll Never Walk Alone.
Spanduk bernada kecaman terhadap Ketua Umum PSSI itu dibentangkan di tribun Centenary Stand saat pertandingan berlangsung dan menarik perhatian dari para penonton lainnya. Selain membentangkan spanduk, para ”aktivis” ini juga membagikan selebaran mengenai latar belakang Nurdin Halid dan prahara yang sedang melanda sepakbola Indonesia. Tidak sedikit Liverpullian yang tergelitik untuk mengambil foto bersama spanduk tersebut.

Saat ditanya apa dampak yang diharapkan dari pembentangan spanduk anti-Nurdin di Anfield tersebut, Denny menukas, ”Spanduk ini mungkin tidak berarti apa-apa bagi para penonton di Inggris, tapi kami melihat bahwa di tanah air sedang terjadi demo besar-besaran memprotes PSSI, kami merasa terpanggil untuk berkontribusi.”
”Sebagai seorang fans Liverpool, saya mengerti sekali makna You’ll Never Walk Alone. Kami ingin memberitahu kepada teman-teman suporter di Indonesia bahwa mereka tidak sendiri. Kami yang di luar negeri juga turut menyatakan solidaritas kami pada perjuangan teman-teman di tanah air,” lanjutnya.
Aksi Denny dan kawan-kawan menuai banyak pujian di Twitter, tapi tidak sedikit yang menuduh bahwa mereka sekedar ingin menonjolkan diri. Denny menolak dengan keras anggapan bahwa mereka hanya ingin membuat sensasi.

”Bisa saja kami diam dan tak peduli. Jika sekedar ingin sensasi, buat apa kami mengeluarkan uang 40 Pounds (sekitar Rp. 600 ribu) untuk membuat spanduk kecil itu? Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membantu memperbaiki sepakbola nasional,” ujar Denny.
William Wallace Murka Karena Nurdin Nggak Mau Turun
Diposting oleh Budianto on Jumat, 04 Maret 2011

Jika anda penggemar film, pastilah pernah menonton film tentang sepak terjang Sir William Wallace. Film yang dibintangi oleh Mel Gibson ini bahkan sempat menggondol 5 piala Oscar di tahun 1996 dan berbagai penghargaan film lainnya, menceritakan sepak terjang legenda Skotlandia yang melawan penjajahan pihak Inggris.
Hari ini pahlawan tersebut pun ikut murka mendengar kesewenang-wenangan Nurdin Halid di singgasana PSSI, ia pun mengumandangkan mendukung revolusi PSSI di negeri ini.
Simak seruan Reformasi PSSI dari William Wallace di video berikut ini:
Jika mau direnungi hal-hal seperti ini sebenarnya murni seruan hati untuk membuat kehidupan sepakbola negeri ini menjadi lebih baik, yang jelas hal inilah yang menjadi harapan mayoritas bangsa kita.
Rakyat Indonesia memang sudah begitu berharap persepakbolaan di negerinya menuju arah yang benar-benar baik, dan bukan kendaraan politis bagi sebagian kelompok semata, bukan begitu Indonesia?
Courtesy of Youtub
ternyata bos kita akang google dukung nurdin halid..
Diposting oleh Budianto
gan ternyata bos kita akang google dukung nurdin halid..
payah gan...
ini buktinya
More about → ternyata bos kita akang google dukung nurdin halid..
payah gan...
ini buktinya
Alasan Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar
Diposting oleh Budianto
Selain dikenal dengan Kick And Rush nya, Liga Inggris dikenal dengan kualitas lapangan nomor wahid. Dan satu lagi, stadion - stadion di Inggris ternyata nggak punya pagar pembatas antara tribun penonton dengan lapangan. Dan yang lebih hebatnya lagi, jarak bangku penonton dengan lapangan gak lebih dari 5 meter. Kenapa bisa begitu?
Ternyata hal tersebut diberlakukan bukan karena penonton Liga Inggris pada baik dan tertib, tapi karena penonton pada bengal dan brutal. Lhooo..kok bisa? Penonton nya brutal kok ga dikasih pagar pembatas? Ini dia sejarahnya dan alasannya . . .
Anda pasti sudah tahu dengan kerusuhan yang dilakukan supporter Liverpool di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Kerusuhan yang terjadi 29 Mei 1985 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Heysel ini memakan korban jiwa 39 orang.
Tragedi tersebut berdampak besar bagi sepakbola Eropa. Ada kesalahan tentu ada sanksi. Soal kerusuhan dan pelanggaran, Eropa paling tegas. UEFA akhirnya melarang Liverpool main di Eropa selama 5 tahun. Dan uniknya, FA (Konfederasi Sepakbola Inggris) malah ikut - ikutan nambahin hukuman.
Dan yang lebih unik, bukan cuma Liverpool, tapi semua klub Inggris nggak boleh main di luar Inggris selama 5 tahun! Dan yang paling unik, ternyata gak ada protes dari klub-klub yang kena sanksi.
“Lho Liverpool yang salah, kok gue kena getahnya?” mungkin begitu celoteh klub-klub Inggris tersebut. Semua pasrah. Ulah fans Liverpool saat itu yang mabuk berat dan berkategori hooligans benar-benar menampar muka sepakbola Inggris. Namun begitu semua klub sepakat introspeksi.
BUKTI nya :
http://www.adsmu.mangaku.net/2011/03...ris-tidak.html
Hukuman FA nggak berhenti di situ. Ada banyak perubahan parameter keamanan lainnya. Yang paling mencolok adalah menghilangkan pagar pembatas tribun penonton dan lapangan serta nggak boleh lagi ada tribun kelas berdiri (tanpa kursi) di seantero Inggris. Di Eropa, cuma Inggris yang nggak menjual tiket tanpa kursi.
FA sempat dikecam oleh publik sepakbola Inggris, bahkan Eropa. Jelas banyak yang sewot karena tiket berdiri harganya murah meriah. Dan hal yang dianggap paling gila adalah menghilangkan pagar pembatas. Ada pagar aja rusuh, apalagi ompong melompong?
Tapi buat FA, kelas suporter berdiri justru pusatnya biang kerok. Jadi, sekarang ini semua stadion di Inggris tanpa pagar dan tidak menjual tiket bernomor kursi. FA memang organisasi berpengalaman. Ide mereka ternyata berhasil.
Hilangnya pagar pembatas justru membuat dewasa suporter Inggris. Karena FA juga mencatat identitas penonton yang masuk stadion. Sekali bikin rusuh, si suporter bakal di-banned masuk stadion di seluruh Inggris untuk beberapa tahun, bahkan selamanya. Di dalam stadion juga nggak boleh terlihat pasukan polisi alias harus menyamar.
Dengan aturan tersebut, bukan berarti sepakbola Liga Inggris 100% aman. Penggemar Setan Merah pasti tidak akan lupa dengan “tendangan kung fu” Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace di pinggir lapangan.
Atau The Kop masih ingat dengan insiden masuknya balon ke lapangan yang dilemparkan seorang remaja yang akhirnya membuat liverpool kalah dari Sunderland.

Terlepas dari hal itu, rasanya kita wajib mengacungkan 2 jempol untuk keberanian FA dan sikap dewasa para suporter Liga Inggris yang dulu sering bikin orang resah, sekarang justru relatif lebih santun. Kalau misalkan hal serupa diterapkan di Liga Indoensia, apa yang kira-kira bakalan terjadi ya?
Ternyata hal tersebut diberlakukan bukan karena penonton Liga Inggris pada baik dan tertib, tapi karena penonton pada bengal dan brutal. Lhooo..kok bisa? Penonton nya brutal kok ga dikasih pagar pembatas? Ini dia sejarahnya dan alasannya . . .
Anda pasti sudah tahu dengan kerusuhan yang dilakukan supporter Liverpool di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Kerusuhan yang terjadi 29 Mei 1985 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Heysel ini memakan korban jiwa 39 orang.
Tragedi tersebut berdampak besar bagi sepakbola Eropa. Ada kesalahan tentu ada sanksi. Soal kerusuhan dan pelanggaran, Eropa paling tegas. UEFA akhirnya melarang Liverpool main di Eropa selama 5 tahun. Dan uniknya, FA (Konfederasi Sepakbola Inggris) malah ikut - ikutan nambahin hukuman.
Dan yang lebih unik, bukan cuma Liverpool, tapi semua klub Inggris nggak boleh main di luar Inggris selama 5 tahun! Dan yang paling unik, ternyata gak ada protes dari klub-klub yang kena sanksi.
“Lho Liverpool yang salah, kok gue kena getahnya?” mungkin begitu celoteh klub-klub Inggris tersebut. Semua pasrah. Ulah fans Liverpool saat itu yang mabuk berat dan berkategori hooligans benar-benar menampar muka sepakbola Inggris. Namun begitu semua klub sepakat introspeksi.
BUKTI nya :
http://www.adsmu.mangaku.net/2011/03...ris-tidak.html
Hukuman FA nggak berhenti di situ. Ada banyak perubahan parameter keamanan lainnya. Yang paling mencolok adalah menghilangkan pagar pembatas tribun penonton dan lapangan serta nggak boleh lagi ada tribun kelas berdiri (tanpa kursi) di seantero Inggris. Di Eropa, cuma Inggris yang nggak menjual tiket tanpa kursi.
FA sempat dikecam oleh publik sepakbola Inggris, bahkan Eropa. Jelas banyak yang sewot karena tiket berdiri harganya murah meriah. Dan hal yang dianggap paling gila adalah menghilangkan pagar pembatas. Ada pagar aja rusuh, apalagi ompong melompong?
Tapi buat FA, kelas suporter berdiri justru pusatnya biang kerok. Jadi, sekarang ini semua stadion di Inggris tanpa pagar dan tidak menjual tiket bernomor kursi. FA memang organisasi berpengalaman. Ide mereka ternyata berhasil.
Hilangnya pagar pembatas justru membuat dewasa suporter Inggris. Karena FA juga mencatat identitas penonton yang masuk stadion. Sekali bikin rusuh, si suporter bakal di-banned masuk stadion di seluruh Inggris untuk beberapa tahun, bahkan selamanya. Di dalam stadion juga nggak boleh terlihat pasukan polisi alias harus menyamar.
Dengan aturan tersebut, bukan berarti sepakbola Liga Inggris 100% aman. Penggemar Setan Merah pasti tidak akan lupa dengan “tendangan kung fu” Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace di pinggir lapangan.
Atau The Kop masih ingat dengan insiden masuknya balon ke lapangan yang dilemparkan seorang remaja yang akhirnya membuat liverpool kalah dari Sunderland.

Terlepas dari hal itu, rasanya kita wajib mengacungkan 2 jempol untuk keberanian FA dan sikap dewasa para suporter Liga Inggris yang dulu sering bikin orang resah, sekarang justru relatif lebih santun. Kalau misalkan hal serupa diterapkan di Liga Indoensia, apa yang kira-kira bakalan terjadi ya?
Label:
bola
Giliran Kapten Filipina Jadi Incaran Klub Indonesia
Diposting oleh Budianto on Jumat, 18 Februari 2011
"Pengalaman akan datang bersama itu. Itu adalah alasan utama. Saya harus banyak mendapatkan penjelasan di sana dan mungkin bisa banyak membantu tim nasional," ujar pemain yang menempati posisi bek tersebut mengenai kesempatan bergabung dengan sebuah klub profesional di luar negeri.
Saat ini Borromeo, yang masuk skuad "The Azkals" sejak 2004, bermain di klub domestik. Dia memperkuat Kaya Futbol Club, yang tergabung dalam asosiasi sepak bola Filipina.
Dengan demikian, Borromeo menjadi orang ketiga yang dilirik klub Tanah Air. Januari lalu, dua rekannya di tim nasional yang juga saudara kandung, Phil dan James Younghusband, dilirik klub Liga Primer Indonesia, Jakarta 1928 FC. Sayang, dua pemain tersebut menolak meskipun ada laporan mereka hampir dikontrak.
Label:
bola
Ini Dia Calon Penerus Boaz
Diposting oleh Budianto
Titus Bonai merupakan kandidat kuat pemain di lini depan Timnas Pra Olimpiade. Tibo--panggilan akrabnya--bertekad ingin mengikuti jejak Boaz Solossa dalam mencetak gol.
Kedua pemain ini kebetulan sama-sama merumput di Persipura Jayapura. Sebelum Titus bergabung ke pemusatan latihan, keduanya bahkan menjadi tandem di beberapa pertandingan.
Meski demikian, di kalangan pecinta Persipura, Titus belum lah setenar Boaz. Sampai saat ini, Boaz dengan ketajamannya masih menjadi striker utama 'Mutiara Hitam' di setiap laga.
Kepada VIVAnews.com, Titus mengaku sangat mengidolakan Boaz. Baginya top scorer sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 itu merupakan motivator baginya untuk bermain lebih baik lagi dari hari ke hari.
"Boaz adalah idola saya. Saya sangat senang bisa satu tim bersamanya. Dia banyak memberi masukan bagi saya dalam berkarir di sepakbola," kata Titus usai latihan di Lapangan Timnas, Senayan, Kamis.
Di timnas, Titus pun mencoba menjadi penerus Boaz. Untuk itu, pemain kelahiran berusaha tampil lebih baik dari hari ke hari. Titus juga berusaha tetap produktif meski harus bermain sedikit lebih ditarik ke tengah.
"Biasanya saya bermain di depan. Namun saat uji coba lawan Hongkong, saya ditarik lebih ke tengah. Kedua posisi itu tak ada masalah bagi saya," kata mantan pemain Bontang FC itu.
Titus menjadi pencetak satu dari tiga gol Indonesia ke gawang tuan rumah, Hongkong. Dalam duel ini, Indonesia menang 4-1 dari tuan rumah di mana satu gol tim Merah Putih lainnya lahir dari bunuh diri pemain lawan.
"Saya sangat menikmati ikut dalam pemusatan latihan timnas ini. Banyak yang saya dapatkan dari sini. Saya berharap bisa terus membela timnas dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini," kata Titus.
Titus merupakan pemain jebolan Persipura U-21. Pemain bernama lengkap Titus Jhon Londouw Bonai ini mengawali karirnya di tim senior saat bergabung dengan Bontang FC pada musim 2008. Satu tahun membela Bontang di Liga Djarum, Titus kembali ke Tanah Papua untuk membela Persiram Raja Ampat.
Di pentas Divisi Utama, Titus tampil sebagai top scorer dan membawa timnya hingga babak playoff. Setelah membela Persiram, Titus kembali ke Persipura. (kd)
Biodata
Nama: Titus Bonay
Tempat, tanggal lahir: Jayapura, 4 Maret 1989
Tinggi: 169 cm
Berat: 63 kg
Posisi: Striker
Klub: Persipura
• VIVAnews
More about → Ini Dia Calon Penerus Boaz
Kedua pemain ini kebetulan sama-sama merumput di Persipura Jayapura. Sebelum Titus bergabung ke pemusatan latihan, keduanya bahkan menjadi tandem di beberapa pertandingan.
Meski demikian, di kalangan pecinta Persipura, Titus belum lah setenar Boaz. Sampai saat ini, Boaz dengan ketajamannya masih menjadi striker utama 'Mutiara Hitam' di setiap laga.
Kepada VIVAnews.com, Titus mengaku sangat mengidolakan Boaz. Baginya top scorer sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 itu merupakan motivator baginya untuk bermain lebih baik lagi dari hari ke hari.
"Boaz adalah idola saya. Saya sangat senang bisa satu tim bersamanya. Dia banyak memberi masukan bagi saya dalam berkarir di sepakbola," kata Titus usai latihan di Lapangan Timnas, Senayan, Kamis.
Di timnas, Titus pun mencoba menjadi penerus Boaz. Untuk itu, pemain kelahiran berusaha tampil lebih baik dari hari ke hari. Titus juga berusaha tetap produktif meski harus bermain sedikit lebih ditarik ke tengah.
"Biasanya saya bermain di depan. Namun saat uji coba lawan Hongkong, saya ditarik lebih ke tengah. Kedua posisi itu tak ada masalah bagi saya," kata mantan pemain Bontang FC itu.
Titus menjadi pencetak satu dari tiga gol Indonesia ke gawang tuan rumah, Hongkong. Dalam duel ini, Indonesia menang 4-1 dari tuan rumah di mana satu gol tim Merah Putih lainnya lahir dari bunuh diri pemain lawan.
"Saya sangat menikmati ikut dalam pemusatan latihan timnas ini. Banyak yang saya dapatkan dari sini. Saya berharap bisa terus membela timnas dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini," kata Titus.
Titus merupakan pemain jebolan Persipura U-21. Pemain bernama lengkap Titus Jhon Londouw Bonai ini mengawali karirnya di tim senior saat bergabung dengan Bontang FC pada musim 2008. Satu tahun membela Bontang di Liga Djarum, Titus kembali ke Tanah Papua untuk membela Persiram Raja Ampat.
Di pentas Divisi Utama, Titus tampil sebagai top scorer dan membawa timnya hingga babak playoff. Setelah membela Persiram, Titus kembali ke Persipura. (kd)
Biodata
Nama: Titus Bonay
Tempat, tanggal lahir: Jayapura, 4 Maret 1989
Tinggi: 169 cm
Berat: 63 kg
Posisi: Striker
Klub: Persipura
• VIVAnews
Label:
bola
PSSI Ngotot Tak Mau Akui LPI
Diposting oleh Budianto on Selasa, 04 Januari 2011
Nugraha Besoes
Harapan Liga Primer Indonesia (LPI) untuk berafiliasi dengan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) tampaknya kandas. Induk organisasi sepak bola tanah air itu belum bisa menerima kompetisi "tandingan" tersebut. Bahkan, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menegaskan bahwa kompetisi yang di luar naungan PSSI adalah ilegal.
Hal itu kembali ditegaskan Nugraha, Senin, 3 Januari. Dia mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi di luar naungan PSSI telah menyalahi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Tidak hanya itu, kompetisi LPI yang rencana akan mulai bergulir 8 Januari 2011 juga dinilai melanggar Statuta PSSI.
Nugraha menguraikan bahwa pada pasal 51 Bab IX Siskornas mengenai penyelenggaraan kejuaraan olahraga, disebutkan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olahraga wajib memenuhi peryaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan. dan ketentuan daerah setempat. Lalu pada poin kedua, penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.
Pada poin ketiga, penyelenggaraan kejuaraan olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib memiliki penanggung-jawab kegiatan. Selanjutnya pada poin keempat, setiap orang dan atau badan hukum asing dapat menyelenggarakan kejuaraan olahraga di Indonesia dalam bentuk kemitraan dengan induk organisasi olahraga cabang bersangkutan. Inilah yang belum dipenuhi LPI.
"Pelanggaran dari peraturan dan ketentuan sebagaimana yang tertuang pada Pasal 51 Siskornas, dipaparkan secara jelas pada Pasal XXII Siskornas mengenai ketentuan pidana," jelasnya.
Nugraha menguraikan bahwa pada Pasal 89 Bab XXII Siskornas disebutkan bahwa setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tanpa memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau kerja denda paling banyak Rp1 miliar.
Ancaman lebih keras terdapat pada poin berikutnya yang berbunyi apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menimbulkan kerusakan dan/atau gangguan keselamatan pihak lain, setiap orang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Lantas bagaimana dengan Statuta PSSI? Nugraha menjelaskan dalam pasal 1 ketentuan umum disebutkan bahwa PSSI merupakan satu-satunya organisasi sepak bola nasional di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk selanjutnya di dalam Statuta PSSI disebut PSSI, dan atau The Football Association of Indonesia.
"Pasal 79 Bab XII Statuta PSS tentang kompetisi, disebutkan bahwa PSSI mengatur, mengelola, dan menyelenggarakan kompetisi-kompetisi resmi di dalam wilayahnya seperti kompetisi profesional, kompetisi amatir, kompetisi kelompok umur, kejuaraan sepak bola wanita, dan kejuaraan futsal," urainya.
Terkait dengan kompetisi PSSI, Nugraha menjelaskan bahwa pada Pasal 80 Bab XII, mengenai perizinan klub, disebutkan bahwa Komite Eksekutif PSSI membuat dan menetapkan peraturan-peraturan mengenai sistim perizinan klub untuk berpartisipasi di dalam kompetisi-kompetisi PSSI. Statuta PSSI sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan sepakbola di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA, dan Statuta AFC yang di dalamnya mengatur Kode Etik dan Kode Disiplin.
Pasal 84 Bab XII Statuta PSSI disebutkan bahwa PSSI tidak diperkenankan melakukan pertandingan atau melakukan hubungan keolahragaan dengan asosiasi-asosiasi yang bukan anggota FIFA atau dengan anggota suatu konfederasi tanpa persetujuan FIFA.
Selanjutnya pada Pasal 85 Bab XII disebutkan bahwa klub, liga, atau setiap kelompok klub yang berafiliasi dengan PSSI tidak boleh menjadi anggota di asosiasi lainnya atau berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang berada di wilayah kewenangan asosiasi lainnya. Terutama jika tanpa adanya izin dari PSSI dan asosiasi lainnya tersebut dan juga tanpa izin dari FIFA, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu.
"Berdasarkan hal tersebut, PSSI tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan-kegiatan sepakbola yang dilakukan tidak dengan izin atau rekomendasi PSSI, sebagai satu-satunya induk organisasi cabang sepak bola di Indonesia yang berbadan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia dan diakui oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA)," tegas Nugraha.
PSSI, lanjutnya, sangat menyayangkan keberadaan Liga Primer Indonesia yang akan menggelar kompetisi sepak bola di luar PSSI. Nugraha kembali menegaskan bahwa Liga Primer Indonesia adalah ilegal atau liar. Dia juga menegaskan agar klub-klub yang berafiliasi dengan PSSI dilarang keras ikut kompetisi LPI yang bakal disiarkan langsung Indosiar itu.
General Manager LPI, Arya Abhiseka menanggapi dingin sikap PSSI tersebut. Arya mengatakan pihaknya ingin menyelenggarakan kompetisi ini secara baik-baik. Itu makanya, pihak LPI sudah melayangkan surat kepada PSSI untuk permohonan afiliasi. Surat tersebut dikirimkan sejak pertengaha Desember 2010. Namun, hingga saat ini belum mendapat jawaban.
Meski demikian, hal itu tidak mengganggu persiapan pembukaan LPI di Solo 8 Januari nanti. Hingga kemarin, jadwal pembukaan belum berubah. Hanya saja, jadwal lengkap kompetisi LPI 2011 belum dirilis. (sap)
Hal itu kembali ditegaskan Nugraha, Senin, 3 Januari. Dia mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi di luar naungan PSSI telah menyalahi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Tidak hanya itu, kompetisi LPI yang rencana akan mulai bergulir 8 Januari 2011 juga dinilai melanggar Statuta PSSI.
Nugraha menguraikan bahwa pada pasal 51 Bab IX Siskornas mengenai penyelenggaraan kejuaraan olahraga, disebutkan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olahraga wajib memenuhi peryaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan. dan ketentuan daerah setempat. Lalu pada poin kedua, penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.
Pada poin ketiga, penyelenggaraan kejuaraan olahraga sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib memiliki penanggung-jawab kegiatan. Selanjutnya pada poin keempat, setiap orang dan atau badan hukum asing dapat menyelenggarakan kejuaraan olahraga di Indonesia dalam bentuk kemitraan dengan induk organisasi olahraga cabang bersangkutan. Inilah yang belum dipenuhi LPI.
"Pelanggaran dari peraturan dan ketentuan sebagaimana yang tertuang pada Pasal 51 Siskornas, dipaparkan secara jelas pada Pasal XXII Siskornas mengenai ketentuan pidana," jelasnya.
Nugraha menguraikan bahwa pada Pasal 89 Bab XXII Siskornas disebutkan bahwa setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tanpa memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau kerja denda paling banyak Rp1 miliar.
Ancaman lebih keras terdapat pada poin berikutnya yang berbunyi apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menimbulkan kerusakan dan/atau gangguan keselamatan pihak lain, setiap orang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Lantas bagaimana dengan Statuta PSSI? Nugraha menjelaskan dalam pasal 1 ketentuan umum disebutkan bahwa PSSI merupakan satu-satunya organisasi sepak bola nasional di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk selanjutnya di dalam Statuta PSSI disebut PSSI, dan atau The Football Association of Indonesia.
"Pasal 79 Bab XII Statuta PSS tentang kompetisi, disebutkan bahwa PSSI mengatur, mengelola, dan menyelenggarakan kompetisi-kompetisi resmi di dalam wilayahnya seperti kompetisi profesional, kompetisi amatir, kompetisi kelompok umur, kejuaraan sepak bola wanita, dan kejuaraan futsal," urainya.
Terkait dengan kompetisi PSSI, Nugraha menjelaskan bahwa pada Pasal 80 Bab XII, mengenai perizinan klub, disebutkan bahwa Komite Eksekutif PSSI membuat dan menetapkan peraturan-peraturan mengenai sistim perizinan klub untuk berpartisipasi di dalam kompetisi-kompetisi PSSI. Statuta PSSI sebagai dasar hukum pelaksanaan kegiatan sepakbola di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan Statuta FIFA, dan Statuta AFC yang di dalamnya mengatur Kode Etik dan Kode Disiplin.
Pasal 84 Bab XII Statuta PSSI disebutkan bahwa PSSI tidak diperkenankan melakukan pertandingan atau melakukan hubungan keolahragaan dengan asosiasi-asosiasi yang bukan anggota FIFA atau dengan anggota suatu konfederasi tanpa persetujuan FIFA.
Selanjutnya pada Pasal 85 Bab XII disebutkan bahwa klub, liga, atau setiap kelompok klub yang berafiliasi dengan PSSI tidak boleh menjadi anggota di asosiasi lainnya atau berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi yang berada di wilayah kewenangan asosiasi lainnya. Terutama jika tanpa adanya izin dari PSSI dan asosiasi lainnya tersebut dan juga tanpa izin dari FIFA, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu.
"Berdasarkan hal tersebut, PSSI tidak akan memberikan toleransi terhadap kegiatan-kegiatan sepakbola yang dilakukan tidak dengan izin atau rekomendasi PSSI, sebagai satu-satunya induk organisasi cabang sepak bola di Indonesia yang berbadan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia dan diakui oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA)," tegas Nugraha.
PSSI, lanjutnya, sangat menyayangkan keberadaan Liga Primer Indonesia yang akan menggelar kompetisi sepak bola di luar PSSI. Nugraha kembali menegaskan bahwa Liga Primer Indonesia adalah ilegal atau liar. Dia juga menegaskan agar klub-klub yang berafiliasi dengan PSSI dilarang keras ikut kompetisi LPI yang bakal disiarkan langsung Indosiar itu.
General Manager LPI, Arya Abhiseka menanggapi dingin sikap PSSI tersebut. Arya mengatakan pihaknya ingin menyelenggarakan kompetisi ini secara baik-baik. Itu makanya, pihak LPI sudah melayangkan surat kepada PSSI untuk permohonan afiliasi. Surat tersebut dikirimkan sejak pertengaha Desember 2010. Namun, hingga saat ini belum mendapat jawaban.
Meski demikian, hal itu tidak mengganggu persiapan pembukaan LPI di Solo 8 Januari nanti. Hingga kemarin, jadwal pembukaan belum berubah. Hanya saja, jadwal lengkap kompetisi LPI 2011 belum dirilis. (sap)
Label:
bola
Alasan Mengapa LPI Lebih Maju dari LSI
Diposting oleh Budianto on Senin, 03 Januari 2011
Penyelenggara Liga Primer Indonesia (LPI) mengklaim sudah memiliki sponsor resmi untuk menggulirkan kompetisi yang akan dimulai pekan ini.
Dilansir RNW, seorang penggagas LPI, Yon Moeis, menyebut tak gentar atas berbagai ancaman sanksi yang ditebar PSSI selaku badan resmi yang mengelola sapakboal di tanah air. Yon menegaskan LPI akan terus jalan. Apalagi, katanya, LPI kini sudah punya sponsor resmi.
"Sudah ada sponsor, hanya saja belum bisa dipublikasikan. Tentu saja ini bukan sponsor dari perusahaan rokok," kata dia.
More about → Alasan Mengapa LPI Lebih Maju dari LSI
Dilansir RNW, seorang penggagas LPI, Yon Moeis, menyebut tak gentar atas berbagai ancaman sanksi yang ditebar PSSI selaku badan resmi yang mengelola sapakboal di tanah air. Yon menegaskan LPI akan terus jalan. Apalagi, katanya, LPI kini sudah punya sponsor resmi.
"Sudah ada sponsor, hanya saja belum bisa dipublikasikan. Tentu saja ini bukan sponsor dari perusahaan rokok," kata dia.
Label:
bola
JOKE SEPAKBOLA : JIN DAN BAMBANG
Diposting oleh Budianto on Selasa, 28 Desember 2010
Tersebutlah seorang pemain sepak bola top Indonesia yang bernama Bambang Pemangkas. Suatu hari dia tersesat di sebuah hutan karena helikopter yang ditumpangi team nya jatuh. Padahal kali itu adalah pertandingan tandang teamnya yang sangat dinanti publik tanah air.
Karena kelelahan dan terpisah dengan teman-teman setimnya, Bambang duduk dibawah sebuah pohon besar. Tanpa sengaja dia menyentuh sebuah lampu ajaib. Karena sentuhannya itu keluarlah asap mengepul dan sesosok Jin yang sangat besar dari dalam lampu ajaib tadi. Bambang sangat takut dan terkejut.
“wah, terima kasih tuan karena telah membebaskan saya dari kurungan lampu ini. Karena jasa tuan, maka saya akan mengabulkan 1 permintaan tuan. Tolong sebutkan”
Bambang bertanya dalam hati “biasanya kan di dongeng-dongeng permintaannya ada 3, ini kok cuma satu, pelit amat nih jin” pikirnya.
“cepetan tuan, saya masih banyak urusan. Mau jalan-jalan studi banding ke Afsel lagi nih. Mau bangun gedung DPR yang kata si Juki tidak boleh dibatakan dlsb”
Bambang tergagap dan cepat-cepat menyatakan permintaannya:
“kalau begitu saya minta dibuatkan istana 3 buah, bidadari cantik sebagai istri saya 20 orang dan jembatan yang menghubungkan Papua dan Sabang tanpa macet” Pinta Bambang. Dia lupa kalau sebenarnya dia pemain bola.
“kalau begitu saya minta dibuatkan istana 3 buah, bidadari cantik sebagai istri saya 20 orang dan jembatan yang menghubungkan Papua dan Sabang tanpa macet” Pinta Bambang. Dia lupa kalau sebenarnya dia pemain bola.
“wah itu berat amat tuan, yang lain saja deh” Jin ngeles.
Setelah berpikir sejenak,
“Ok, kalau begitu saya ingin kamu jadikan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2014″ Bambang meminta suatu hal yang menurutnya sangat sederhana.
Setelah berpikir sejenak,
“Ok, kalau begitu saya ingin kamu jadikan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2014″ Bambang meminta suatu hal yang menurutnya sangat sederhana.
Jin tersebut mengernyitkan dahi. Keringatnya mengalir deras bagai jagung gugur. Setelah berpikir keras dan lama sekali, Jin tersebut akhirnya berkata:
“baiklah, sebutkan dimana letak istana yang akan kamu inginkan, bagaimana jenis kulit wanita bidadari yang kamu mau dan Jembatan Papua sampai Sabang akan saya selesaikan satu jam lagi”
Gurita 'Gudel' Pilih Indonesia Jadi Pemenang Leg 2 Final Piala AFF
Diposting oleh Budianto
Setelah dua jam menunggu, si Gurita Dewa Laut Sea World atau biasa dipanggil Gudel akhirnya memilih tabung yang bergambar bendera Indonesia. Gudel naik ke atas tabung dan menempel di sana sambil memakan kepiting yang berada di atas tabung.

Gudel menempel di tabung bendera selama 10 detik sambil mengambil kepiting di bagian bawah akuarium Sea World, Ancol, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010). Kepiting yang berada di tabung Malaysia tidak dimakan.
Sebelumnya dua buah ikan dimasukkan dalam 2 tabung berisi bendera Indonesia dan Malaysia. Namun karena Gudel tidak juga memilih, akhirnya selang satu jam kemudian pihak Sea World memasukkan kepiting di atas masing-masing tabung.
Aksi gudel disiarkan langsung pada sebuah televisi di tengah ruangan Sea World. Ratusan penonton yang melihat aksi Gudel itu bertepuk tangan sambil berteriak "Hore!".
Puluhan orang bahkan langsung mengerubungi lokasi Gudel bermukim di akuarium nomor 6 Sea World. Fotografer juga langsung mengabadikan gambar Gudel yang memilih tabung bergambar Indonesia. Sementara, tepuk tangan terus membahana untuk Gudel.
Namun benarkah Indonesia sebagai pemenangnya pada laga 29 Desember besok? Kita tunggu saja kenyataannya. (nik/fay)
More about → Gurita 'Gudel' Pilih Indonesia Jadi Pemenang Leg 2 Final Piala AFF
Gudel menempel di tabung bendera selama 10 detik sambil mengambil kepiting di bagian bawah akuarium Sea World, Ancol, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010). Kepiting yang berada di tabung Malaysia tidak dimakan.
Sebelumnya dua buah ikan dimasukkan dalam 2 tabung berisi bendera Indonesia dan Malaysia. Namun karena Gudel tidak juga memilih, akhirnya selang satu jam kemudian pihak Sea World memasukkan kepiting di atas masing-masing tabung.
Aksi gudel disiarkan langsung pada sebuah televisi di tengah ruangan Sea World. Ratusan penonton yang melihat aksi Gudel itu bertepuk tangan sambil berteriak "Hore!".
Puluhan orang bahkan langsung mengerubungi lokasi Gudel bermukim di akuarium nomor 6 Sea World. Fotografer juga langsung mengabadikan gambar Gudel yang memilih tabung bergambar Indonesia. Sementara, tepuk tangan terus membahana untuk Gudel.
Namun benarkah Indonesia sebagai pemenangnya pada laga 29 Desember besok? Kita tunggu saja kenyataannya. (nik/fay)
Gambar Bodoh Supporter Malaysia Boleh nih !!! Untuk Bangsanya
Diposting oleh Budianto
Huh bukannya Kang Yasin mau ikut-ikut menghina Malaysia nih gan tapi nyatanya supporternya itu bodoh yah gan memalukan bangsanya sendiri ini gambar kebodohan supporter malaysia. kalau yang ini baru malaysia boleh [Kalo kata orang malaysia]
More about → Gambar Bodoh Supporter Malaysia Boleh nih !!! Untuk Bangsanya
[HEBOH] Hasil final AFF sudah diramal sejak tahun 2005
Diposting oleh Budianto
Sebuah blog yang ditulis tahun 2005 menulis ramalan di tahun 2010 mengenai hasil final AFF, blog ini ditemukan secara tidak sengaja lewat mesin pencari
berikut petikannya
Ring warsa duang tali dasa,nemu bola tanding AFF, sadurunge baya gejer lawang,neked duur
artinya:
Suatu saat nanti di tahun 2010 akan ada kejuaraan sepak bola di asia tenggara yang dinamakan AFF, sebelumnya akan terjadi peristiwa bencana alam yang bertubi-tubi seperti banjir dan gunung meletus. Dan di kejuaraan ini nanti Indonesia akan melaju ke final mengalahkan lawan lawan.
Ring du'ur macan kapanggih ,ring jaba jerih,ring jero nemu pamenang,
artinya :
di final nanti akan berhadapan dengan macan dari negara tetangga, saat bertanding di luar akan kalah, tapi saat bertanding di negara sendiri akan menang
More about → [HEBOH] Hasil final AFF sudah diramal sejak tahun 2005
berikut petikannya
Ring warsa duang tali dasa,nemu bola tanding AFF, sadurunge baya gejer lawang,neked duur
artinya:
Suatu saat nanti di tahun 2010 akan ada kejuaraan sepak bola di asia tenggara yang dinamakan AFF, sebelumnya akan terjadi peristiwa bencana alam yang bertubi-tubi seperti banjir dan gunung meletus. Dan di kejuaraan ini nanti Indonesia akan melaju ke final mengalahkan lawan lawan.
Ring du'ur macan kapanggih ,ring jaba jerih,ring jero nemu pamenang,
artinya :
di final nanti akan berhadapan dengan macan dari negara tetangga, saat bertanding di luar akan kalah, tapi saat bertanding di negara sendiri akan menang
Label:
bola
Efek Buruk Kecanduan Nonton Sepakbola
Diposting oleh Budianto
Apakah obsesi ini bisa berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain?
Beberapa hari menjelang final sepakbola Piala AFF di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 29 Desember 2010, orang-orang berebut tiket untuk menonton pertandingan tim kesayangan. Demi tiket untuk menyaksikan tim favorit, mereka rela menginap di loket, antri seharian di bawah terik matahari dan hujan, sambil berdesak-desakan.
Dari kejadian itu, bisa dikatakan orang-orang itu benar-benar kecanduan pada tim favorit sepakbola mereka. Tapi, apakah obsesi semacam itu bisa berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain?
Ternyata Rajagobal dan Safee Salii ingin merumput di Indonesia
Diposting oleh Budianto on Senin, 27 Desember 2010
Sukses mendampingi Tim Malaysia di ajang Piala AFF tak membuat Krishnasamy Rajagopal puas. Arsitek Harimau Malaya ini masih memendam ambisi untuk bisa menjadi pelatih di klub yang berlaga di Indonesia.

More about → Ternyata Rajagobal dan Safee Salii ingin merumput di Indonesia
Seperti dilansir Okezone, pelatih berusia 54 tahun itu mengaku ingin merasakan panasnya kompetisi di Indonesia. Apalagi, suporter Indonesia terkenal sangat fanatik dalam memberikan dukungan pada tim kesayangan mereka.
"Saya seorang profesional. Seusai laga final Piala AFF ini, saya ingin melatih di Indonesia. Semua bisa saja terjadi setelah turnamen ini,” kata Rajagopal.
Label:
bola
Surat Terbuka buat Presiden SBY
Diposting oleh Budianto on Jumat, 24 Desember 2010
Oleh Yesayas Oktovianus Sebagai anak bangsa, kegembiraan saya mungkin sama persis dengan apa yang Bapak Presiden rasakan dalam menikmati keberhasilan tim nasional sepak bola kita menembus final Piala Suzuki AFF. Sudah pasti tidak ada seorang pun masyarakat di Tanah Air yang tidak gembira dengan keberhasilan Firman Utina dan kawan-kawan melalap Malaysia, Laos, Thailand, dan Filipina di stadion kebanggaan kita, Gelora Bung Karno.
Terlepas dari kesuksesan itu, mungkin kita perlu sedikit menengok ke belakang sekadar merenungi sekaligus mengoreksi lagi: Apa betul kita pantas tenggelam dalam euforia begitu dahsyat, dan mungkin berlebihan, meski tim kesayangan kita belum juara? Pertanyaan berikut: Bila pun juara, apakah kita pantas berpuas diri?
Sebagai salah satu wartawan senior yang berkecimpung dalam peliputan sepak bola selama lebih kurang 26 tahun, saya melihat kita ini bagaikan "bangsa yang baru melek sepak bola". Padahal, PSSI kita berdiri tahun 1930 dan sejak tahun 1952 telah menjadi anggota FIFA.
Dalam usia sangat matang itu, sepantasnya kita ini tidak lagi "bermain prestasi" di tingkat regional (ASEAN). Piala AFF dan SEA Games bukanlah ajang yang tepat untuk memperlihatkan prestasi sepak bola kita. Kita ini pantasnya ada di kelompok Asia dan dunia.
Saya coba sedikit bernostalgia. Tahun 1985, tim nasional kita yang ditangani Pelatih Sinyo Aliandoe dan diperkuat, antara lain, Herry Kiswanto, Rully Neere, Zulkarnaen Lubis, dan kiper Hermansyah, menjadi juara Sub-Grup IIIB Asia. Saat itu, tinggal selangkah lagi menembus Piala Dunia Meksiko 1986.
Sayang, langkah Herry Kiswanto dan kawan-kawan digagalkan oleh Korea Selatan, dengan kekalahan bagi kita, 0-2, di Seoul, dan 1-4 di Jakarta.
Dua puluh lima tahun kemudian, sepak bola kita masih jalan di tempat atau bahkan mengalami degradasi. Korsel sudah lebih dari sekali melaju ke putaran final Piala Dunia (PD). Pada PD Afsel, pertengahan tahun ini, Korsel menembus babak 16 besar. Hal itu berarti generasi Korsel di Afsel 2010 adalah generasi baru yang tidak terlibat dalam kekalahan tim nasional kita tahun 1985. Berarti dalam 25 tahun (1985-2010) sepak bola kita "tidur dalam mimpi kosong".
Kita punya SDM (baca: pemain) yang mumpuni serta masyarakat pencinta timnas dan sepak bola. Akan tetapi, kita tidak memiliki pengurus (PSSI) yang profesional, kapabel, jujur, bekerja transparan, dan loyal. Yang ada di PSSI hanya sekelompok orang yang "berdagang", memolitisasi sepak bola serta hanya beretorika, tetapi tidak sanggup berbuat sesuatu yang membanggakan sepak bola kita.
Perbaikan total
Saat ini, biarlah kita semua menikmati kegembiraan kesuksesan timnas. Namun, jangan sampai kegembiraan kita ini menutupi semua kegagalan PSSI dalam satu dekade terakhir. Bukan rahasia bahwa PSSI telah gagal dan harus ada perbaikan total.
Sebagai wartawan senior yang pernah terlibat dalam liputan di PSSI dalam empat kepengurusan (Kardono, Azwar Anas, Agum Gumelar, dan Nurdin Halid), saya memohon Bapak Presiden agar lebih terlibat langsung membenahi karut-marut yang terjadi di PSSI.
Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang, Jawa Timur, Maret 2010 yang diprakarsai oleh Bapak Presiden untuk menelurkan sebuah perubahan besar di sepak bola, ternyata TIDAK menghasilkan apa-apa! Sampai detik ini, PSSI pun tidak menjalankan kewajiban mereka dalam Tujuh Butir Rekomendasi KSN. Poin pertama rekomendasi, yaitu PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi, tidak digubris.
Yang dilakukan PSSI seusai KSN Malang adalah meniup "angin surga" kepada semua komponen dan komunitas sepak bola nasional. Janji-janji manis yang berbuah racun terus diembuskan PSSI. Pengurus menjadikan PSSI sebagai "kerajaan kecil" milik mereka dan tidak boleh ada orang lain yang ikut campur, bahkan Presiden sekalipun. Bagi mereka, presidennya adalah Sepp Blatter.
Sebagai sebuah organisasi sepak bola nasional yang diakui pemerintah (karena itu yang diharuskan FIFA), PSSI tidak bisa berdiri bebas tanpa mengindahkan instruksi pemerintah. Untuk itu, dalam hal ini, pemerintah pantas mengoreksi PSSI.
Kembali ke soal Rekomendasi KSN Malang: Sudahkan PSSI mereformasi diri dan melakukan restrukturisasi? Kalau belum, dan mungkin tidak akan pernah, apakah ini bukan sebuah pembangkangan terhadap instruksi Presiden?
Dalam memutar kompetisi Liga Super Indonesia dan Divisi Utama, PSSI memakai dana pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lewat klub. Sesuai semangat profesionalisme yang diusung FIFA, semua kompetisi profesional di setiap negara tidak boleh atau dilarang menggunakan dana pemerintah.
Oleh PSSI, kompetisi LSI dan Divisi Utama diperbolehkan memakai dana APBD dan sesuai Kemendagri, dana APBD hanya boleh digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pembinaan sepak bola amatir. Namun, sejak tahun 2005, dana APBD dipakai klub profesional.
Untuk itu, sebagai anak bangsa yang prihatin, saya memohon Bapak Presiden segera menghentikan penggunaan dana APBD oleh 18 klub LSI ditambah 36 klub Divisi Utama. Dengan asumsi, setiap klub LSI mendapat Rp 20 miliar dan klub Divisi Utama Rp 10 miliar, berarti tiap tahun mereka menghabiskan Rp 720 miliar.
Padahal, kalau angka itu dialokasikan tepat sasaran untuk membangun infrastruktur serta pembinaan pemain usia muda, sudah pasti dalam periode lima sampai 10 tahun ke depan kita memiliki sejumlah stadion megah dan tidak terhitung berapa pemain berkualitas yang dapat diandalkan bagi timnas, tanpa perlu menaturalisasi.
Semoga tindak lanjut Bapak Presiden atas surat terbuka ini dapat menjadi setitik air sejuk dalam dahaga kemenangan dan keberhasilan timnas menatap masa depan.... Bravo Indonesia!
Label:
bola
Timnas Indonesia Langsung di Puncak "Trending Topics"
Diposting oleh Budianto on Senin, 20 Desember 2010
TWITTER
Kata "timnas Indonesia" kembali bercokol di deretan trending topics Twitter, Minggu (19/12/2010) malam. Bahkan, saat pertandingan leg kedua Indonesia vs Filipina dimulai, kata kunci tersebut terus menanjak dan sampai ke puncak trending topicshanya beberapa menit setelah laga berlangsung.
Sebagian besar pesan berisi dukungan semangat dan doa dari para pengguna Twitter untuk kemenangan Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa riuhnya pengguna Twitter di Indonesia dalam menyambut pertandingan yang menentukan apakah Indonesia bisa melaju ke babak final atau tidak.
Label:
bola
Inilah gambar-gambar waktu INDONESIA Mengganyang Malaysia
Diposting oleh Budianto on Kamis, 02 Desember 2010
Indonesia sukses mengawali pertandingan Piala AFF dengan sangat memuaskan. Markus Horison cs berhasil melumat Malaysia dengan skor 5-1 (baca: Hasil Pertandingan Indonesia vs Malaysia). Berikut kami tampilkan kembali Video Highlight Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada laga perdana Piala AFF 2010 grup A: videonya di BolaGoalNet ya gan
Nih foto-fotonya:
